Inetips.com | Stalker, pasti sebagian dari kalian sudah mengetahui arti dari stalker. Stalker sendiri jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia adalah penguntit, sedangkan kegiatannya disebut stalking dan jika diartikan menjadi menguntit. Kegiatan menguntit ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, melainkan merembak sampai kedunia maya atau sosial media.

Kegiatan ini sebenarnya hal yang sudah dianggap wajar, karena hampir setiap orang yang mempunyai akun sosial media seperti facebook, instagram, twitter, dan sebagainya pasti sudah pernah menjadi pelaku Stalker. Jika kalian termasuk dari pelaku stalker, sebaiknya kegiatan tersebut agak dikurangi, karena kegiatan stalker juga bisa menimbulkan bahaya.



dibawah ini telah kami rangkum apa saja bahaya menjadi Stalker di sosial media.

Baca Juga : Tips dan Trik PES 2016

1. Mempengaruhi Suasana Hati (Mood)
Efek yang biasa dialami adalah perubahaan mood, dari yang suka jadi duka ataupun duka menjadi suka. Sukanya kalo ternyata orang yang bersangkutan sesuai dengan harapan, banyak hal yang membuat kita pada akhirnya bilang: ih untung gue kepo. Untung. Itu kata kuncinya. Dukanya kalo ternyata orang yang bersangkutan gak sesuai sama harapan. Misalnya ngarep dia belom move on, padahal dia sama pacar barunya lagi bahagia - bahagianya. Udah tau bakalan sakit tapi diulang - ulang terus. Satu kali...dua kali..tiga kali. Gitu terus sampe burung kakak tua jadi burung kakak muda. Apalagi kalo suasananya mendukung; lagi ujan, malem - malem, gak bisa tidur, jomblo pula. Haduh. Nasibmu, Nak. Udah gitu pas lagi asik kepo, eh kepencet like/favorite. Kiamat sudah. [source]

2. Menimbulkan iri hati
Hal ini terjadi biasanya memasuki suasana liburan, natal, lebaran. Biasa pelaku tidak ada kegiatan, entah itu kerjaan ataupun liburan. Untuk mengisi kekosongan dimulailah aksi stalking. saat stalking terlihatlah orang lain mempunyai liburan yang menyenangkan bersama keluarga. Timbulah pertanyaan dalam diri, kenapa liburan saya tak seberuntung dia (korbang stalking)? atau andai saya dilahirka di keluarga yang kaya pasti liburan kali ini lebih meriah. pertanyaan seperti itulah merujuk pada iri hati. Tapi tak setiap orang terkena dampak ini, ada yang menyikapinya dengan hal yang positif dan menjadikannya motivasi.

3.Menghabiskan Quota 
dan yang terakhir, tentu menjadi stalker kita harus berkorban sesuatu. Selain mengorbankan waktu, kita juga harus mengorbankan quota internet yang terus mengalir habis. apalagi bagi kalian yang anak kos-kosan, tentunya sangat menyedihkan :v. *tidak berlaku bagi anda yang menggunakan wifi unlimited.

4.  Tambahkan dikolom komen... Jika kalian punya masukan, silakan tambahkan dikolom komen.

Itulah bahaya-bahaya menjadi stalker, mungkin sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat, terima kasih.
*Why so serious?

0 comments:

Post a Comment